Nganjuk,- Keresahan masyarakat Desa Karangsono, Kecamatan Loceret,Nganjuk sudah memuncak karena tuntutan warga tidak satu pun yang terealisasi.
Bertempat di Kantor Desa Setempat pada hari Senin (3/6/2024) aktivitas truk yang mengangkut material dari galian C terpaksa berhenti .
Masyarakat marah karena selalu di bohongi, Kades selalu menghindar tidak datang sebagai pemilik wilayah, padahal warga sangat membutuhkan kedatangan kadesnya sebagai pengambil keputusan.
Warga yang geram meminta truk tetap libur tidak beraktivitas sampai dengan hasil keputusan. Jika sampai dengan besuk Selasa(4/6/2024) tidak ada kesepakatan maka truk tidak dapat beroperasi.
Nopi selaku juru bicara dari PT Akhsa mengakui pihaknya salah karena belum membayar pajak sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan akan di bayarkan jika kesepakatan deal.
" Untuk jalan dan speak nanti besuk setelah ada kesepakatan, " jelasnya.
Nopi juga menjelaskan bahwa sudah ada perjanjian untuk perbaikan jalan yang akan dilakukan secara bertahap dan akan selesai pada Desember tahun ini. Namun menurut pemahamannya, perbaikan jalan tersebut akan mulai dilaksanakan menjelang akhir tahun.
"Ini jelas-jelas sebuah pembohongan publik yang dengan nyata dan terang benderang dilakukan oleh Pt Akhsa Energi Indonesia bahwa mereka berniat ingkar," urainya.
Namun lantaran tidak hadirnya Kepala Desa, Mediasi (musyawarah) tersebut di tunda dan dilanjutkan pada Selasa (4/6/2024).

