Contact online

Website BAYU TV OFFICIAL tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari BAYU TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Mahasiswa KKN 18 UNP Kediri Turun Tangan Lestarikan Seni Pecut, Warisan Budaya Lokal di Kemasan Kota Kediri

 



Kediri,- Upaya pelestarian seni pecut budaya lokal terus dilakukan oleh seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI Kediri turut berpartisipasi mengambil bagian untuk melestarikan dan menjaga eksistensi seni pecut, melalui kegiatan dokumenasi bersama Organisasi Pecut yang ada di wilayah Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri. Seni pecut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, estetika, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun. Kamis,(12/2/2026)


Keberadaan seni pecut menjadi simbol budaya dan identitas yang mencerminkan suatu karakter dan kearifan lokal masyarakat Kediri. Salah satu pertunjukkan yang telah diakui sebagai identias budaya di Kediri yaitu Pecut Samandiman. Namun di tengah perkembangan teknologi dan perubahan minat generasi muda, keberadaan seni tradisional seperti Seni Pecut menghadapi tantangan untuk tetap dikenal dan diminati. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Dian Widi Asmoro selaku pelatih dan tokoh seni pecut di Kelurahan Kemasan mengajak anak muda berpartisipasi dalam latihan pecut.


“Kalau melestarikan budaya pasti banyak tantangan. Jadi bagaimana kita bisa merekrut anak-anak muda, kita tidak mungkin menguasai sendiri. Jadi kita harus merekrut anak-anak muda, adik-adik kita supaya mencintai budaya kita juga”. Ujar Dian Widi Asmoro.


Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN 18 UNP Kediri di Kelurahan Kemasan menggagas program dokumentasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya. Dokumentasi dilakukan pada berbagai aktivitas dalam Organisasi Pecut, mulai dari latihan rutin, pementasan, hingga dokumentasi internal seperti rangkaian acara pergantian pengurusan yang memiliki nilai sakral dan dijaga serta dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Kegiatan pergantian pengurusan dilaksanakan pada hari Minggu, (1/2/2026) bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) yang berlokasi di Jalan Dhoho, Kota Kediri. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Kediri Ibu Vinanda serta Ketua Budaya Pecut Samandiman Mohammad Hanib, turut hadir juga  Arief Guswantoro yang pada saat itu menjadi penghubung antara Mahasiswa KKN dengan para tokoh budaya di Kediri.


Koordinator pada program dokumentasi ini menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai Seni Pecut kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. “Melalui dokumentasi digital berbentuk foto dan video, kami ingin menunjukkan bahwa Kesenian Pecut masih aktif dan layak untuk terus dilestarikan. Hasil dokumentasi nantinya dapat menjadi bentuk kontribusi kami dalam melestarikan tradisi lokal,” jelas Zhico Putra, koordinator program Dokumentasi Seni Pecut. 


Melalui program Dokumentasi Seni Pecut, Mahasiswa KKN 18 Universitas Nusantara PGRI Kediri memiliki harapan agar program ini dapat menjadi inspirasi dalam menjembatani antara kesenian pecut dan teknologi. Dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi, Seni Pecut tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang mengikuti zaman. Selain itu, sebagai generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.